
Aliansi Ormas Bekasi memberikan apresiasi berupa penghargaan kepada Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Mustofa, S.I.K., M.H., beserta jajarannya yang telah berhasil menjaga wilayah Kabupaten Bekasi tetap aman dan kondusif. Penghargaan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum Aliansi Ormas Bekasi, HM Zaenal Abidin, melalui Ketua Jajaka Nusantara, HK Damin Sada, kepada Kapolres dalam acara Silaturahmi Kapolres Metro Bekasi dengan organisasi kemasyarakatan (ormas) dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Taman Lalu Lintas Mapolrestro Bekasi, Cikarang, pada Kamis, 9 Oktober 2025.
Wakapolres Metro Bekasi, AKBP Apri Fajar, S.I.K., mewakili Kapolres menerima penghargaan tersebut disaksikan oleh para pejabat utama Polres Metro Bekasi.
“Kami bangga terhadap Kapolres Metro Bekasi, Bapak Kombespol Mustofa, yang tak lelah menjaga wilayah Kabupaten Bekasi tetap aman dan kondusif,” kata HM Zaenal Abidin, didampingi oleh Sekjen Doni Ardon.
Menurut HM Zaenal Abidin, keberhasilan Kapolres Metro Bekasi menjaga kondusifitas tidak lepas dari kerja sama yang baik dengan seluruh unsur forkopimda (forum komunikasi pimpinan daerah) dan peran serta masyarakat, khususnya ormas dan LSM yang tergabung dalam Aliansi Ormas Bekasi.
“Alhamdulillah, hasil kerja keras dan kerja sama yang baik antara kepolisian, TNI, pemerintah, dan masyarakat, wilayah Kabupaten Bekasi tetap kondusif di saat wilayah lain menghadapi gejolak pada tanggal 22-31 Agustus 2025,” ucap HM Zaenal Abidin.

Dalam menanggapi 1 tahun kepemimpinan Presiden Indonesia Prabowo Subianto, HM Zaenal Abidin menyatakan bahwa Aliansi Ormas Bekasi siap menjaga kondusifitas di seluruh wilayah Kabupaten Bekasi.
“Hari ini, jajaran Aliansi Ormas Bekasi mengikuti apel siaga di Polsek Tambun dan siap hadir ketika dibutuhkan Polri maupun TNI dalam upaya menjaga Kabupaten Bekasi aman dan kondusif,” ujarnya.
Terkait adanya upaya-upaya pihak tertentu yang ingin mereformasi kepolisian, Aliansi Ormas Bekasi menyatakan sikap bahwa hal tersebut tidak tepat.
“Urgensinya apa mereformasi polisi? Memang kerusuhan kemarin yang bertanggung jawab sepenuhnya hanya polisi?” kata pemimpin 42 ormas dan LSM di Kabupaten Bekasi itu.
Dia berpendapat bahwa kerusuhan yang terjadi saat unjuk rasa akhir Agustus lalu disebabkan oleh ulah para provokator, bukan karena polisi. Ia pun turut menyindir penggunaan istilah reformasi kepolisian yang dinilai mengkambinghitamkan kepolisian.
“Kesannya seolah-olah kinerja kepolisian sangat buruk,” ucapnya.
Sejumlah tokoh masyarakat, para ketua ormas, LSM, dan sekjen masing-masing ormas tampak hadir dalam acara silaturahmi tersebut.
“Bantu kami menjaga Kabupaten Bekasi tetap kondusif,” pesan Wakapolres kepada para pimpinan ormas dan LSM.
Lewati ke konten



