MediacyberID.com – Pelabuhan Wini, Kecamatan Insana Utara, Kabupaten TTU – NTT sejak bulan Januari lalu mulai melayani penumpang.
KM Sabuk Nusantara adalah kapal penumpang yang telah rutin melayani penumpang dari pelabuhan Wini ke 8 kota pelabuhan lainnya di Propinsi Nusantara Tenggara Timur.
Atas peningkatan pelayanan ini maka sejumlah warga pun bersyukur karena ,untuk ke seberang lautan tidak perlu ke Kupang lagi. Seperti kata Martinus yg ditemui awak media ini di pelabuhan Wini (Senin, 30/03).
“Saya hari ini baru datang ke Wini karena ada kapal yang melayani penumpang dari sini ke Lewoleba. Saya sangat senang karena tidak perlu lagi ke Kupang, “ujar Martinus diamini beberapa penumpang lainnya yg hendak ikut prosesi Paska di Larantuka.
Sementara salah satu petugas Syahbandar Wini, Salman, kepada media ini menjelaskan bahwa pelabuhan Wini kini bukan hanya didatangi kapal hewan dan kapal peti kemas tapi sejak Januari lalu telah ada KM Sabuk Nusantara yang melayani penumpang.
“Pelabuhan ini telah didatangi KM Sabuk Nusantara untuk melayani penumpang sejak Januari lalu. Sebulan hampir 4 – 5 kali tergantung cuaca. Dengan demikian kita sebagai petugas juga semakin sibuk dalam pelayanan. Jadwal piket adalah solusi efektif untuk terhindar dari kesalahan dalam pelayanan, baik untuk kapal barang, kapal hewan maupun kapal penumpang,”jelas Salman.
Ditanya tentang pelayanan tiket, Salman mengaku tugas mereka tidak melayani tiket namun sebagai informasi calon penumpang dapat langsung membeli tiket diatas kapal.
“Kita tidak melayani tiket juga belum ada agen tiket di Wini sini. Selama ini penumpang langsung membeli tiket diatas kapal. Kita berharap kedepan ada agen atau petugas tiket ada di Wini untuk mudah dijangkau sekaligus sebagai pemberi info aktual kepada warga sehingga calon penumpang tidak perlu bermalam dalam menunggu kapal,”Pungkas Salmun.
Seperti yang disaksikan media ini, sejak pagi jam 08.00 mobil mobil rental banyak masuk pelabuhan Wini membawa calon penumpang kapal.
Warga lokal (Wini) belum menangkap peluang ini untuk berjualan hasil bumi seperti buah buahan atau cendera mata ciri khas atoni meto ( orang Timor). Juga belum ada lapak atau warung kecil untuk menjawab kebutuhan penumpang. ( Yan Meko).
Lewati ke konten







