MediacyberID.com – KABUPATEN BEKASI – Pemandangan unik dan sekaligus mencurigakan terlihat di Halaman Pemda lingkungan Kantor Bupati Bekasi. Puluhan kendaraan dinas berplat merah terparkir rapi berjajar di sebuah lapangan terbuka, dengan kondisi kap mesin sebagian kendaraan terbuka lebar. Suasana terasa kaku dan penuh kecermatan saat tim pemeriksa melakukan pengecekan satu per satu terhadap data dan fisik kendaraan.
Pantauan awak media di lokasi, Senin (20/4/2026), terlihat sejumlah petugas sibuk mencocokkan berkas data administrasi dengan kondisi nyata di lapangan. Di antara deretan mobil dinas tersebut, terlihat jelas kontrasnya kondisi masing-masing unit. Ada yang surat-suratnya lengkap dan pajak hidup, namun ada pula yang ditemukan dalam kondisi “mati suri”.
Beberapa kendaraan tercatat pajaknya mati sejak tahun 2024, bahkan ada yang mesinnya sulit dihidupkan alias rusak berat. Namun, yang menjadi sorotan utama dan memunculkan tanda tanya besar adalah adanya indikasi kecurangan yang diduga dilakukan menjelang momen audit ini.
Saat dikonfirmasi, salah satu pegawai di bagian umum Pemkab Bekasi membenarkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari audit kendaraan dinas.
“Ini sedang ada audit kendaraan dinas oleh BPK,” ungkapnya singkat kepada awak media.
Sementara itu, pihak tim pemeriksa dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang berada di lokasi enggan memberikan keterangan secara mendalam. Seorang petugas yang tidak mau disebutkan namanya hanya menyampaikan bahwa proses verifikasi masih berjalan.
“Nanti kita rapat dahulu, kalau kendala masih berproses, iya masih proses,” ujarnya terbata-bata.
Di tengah proses pemeriksaan tersebut, Ketua Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) Kabupaten Bekasi, Mariam, angkat bicara dengan nada geram. Ia menyoroti sejumlah kejanggalan yang ditemukan langsung di lokasi audit.
Menurut Mariam, sangat aneh melihat puluhan mobil dinas yang selama ini sering beredar, kini tiba-tiba semua memakai plat merah asli. Padahal, di luar sana banyak yang kerap menggantinya dengan plat putih atau plat hitam lainnya yang tidak sesuai.
“Saya melihat puluhan mobil yang mau di audit di lapangan depan kantor bupati, tumben plat nya merah semua. Biasanya ada plat merah diganti putih,” ungkapnya.
Lebih jauh, Mariam menyoroti praktik yang diduga sangat merugikan keuangan negara. Ia menemukan fakta bahwa ada kendaraan yang status pajaknya sebenarnya mati, namun saat akan diperiksa justru dipasangi plat nomor palsu yang seolah-olah hidup dan aktif.
“Dan saya lihat pajak ada yang mati di tahun 2024 dan ada pula mobil yang kondisinya mati saat di cek. Anehnya, ada plat kaleng mati dipasang plat palsu yang ‘hidup’ padahal pajaknya belum diperpanjang. Apakah dibenarkan kelakuan para oknum pejabat yang memalsukan plat?” tegas Mariam dengan nada kecewa.
Pertanyaan besar ini kini menggantung, menanti kejelasan dari hasil audit BPK apakah praktik pemalsuan plat dan rekayasa administrasi aset negara ini akan ditindak tegas atau hanya lewat begitu saja. (Opi)
Lewati ke konten







