MediacyberID.com – KABUPATEN BEKASI – Kabupaten Bekasi meraih prestasi luar biasa sebagai daerah dengan 112 perpustakaan terakreditasi. Terbanyak se-Jawa Barat berdasarkan data BPS Jabar 2025. Namun di balik kebanggaan itu, Ketua FWJI Korwil Kabupaten Bekasi, Mariam, memberikan peringatan keras: prestasi ini terancam hilang jika tidak didukung anggaran yang memadai.
“Ini prestasi luar biasa. Tapi prestasi tanpa dukungan anggaran sama saja bunuh diri pelan-pelan,” tegas Mariam.
FWJI mencatat Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Bekasi hanya memiliki alokasi DPA yang terbatas, padahal dibutuhkan dana besar untuk tiga hal penting: mempertahankan status akreditasi semua perpustakaan, menambah 16.570 judul buku baru untuk memenuhi kebutuhan literasi masyarakat, serta menghidupkan 4 titik layanan perpustakaan yang belum optimal.
Tiga Tuntutan FWJI Korwil Kabupaten Bekasi yang harus dijawab Pemda yaitu:
1️⃣ Pemda segera menaikkan DPA Disarpus Tahun 2027 — Jangan sampai Kabupaten Bekasi kehilangan predikat No.1 perpustakaan terakreditasi se-Jawa Barat karena keterbatasan anggaran!
2️⃣ DPRD Kabupaten Bekasi memprioritaskan pembahasan anggaran literasi dalam rapat pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mendatang.
3️⃣ Perusahaan di Kawasan Industri ikut berpartisipasi melalui program “Adopsi 1 Perpustakaan” lewat kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mendukung pengembangan layanan dan koleksi buku.
“Jangan tunggu perpustakaan kita mati suri baru ribut. Rawat prestasi ini dari sekarang. Literasi adalah investasi masa depan anak-anak Bekasi,” tegas Mariam kembali.
FWJI menyatakan siap mengawal dan mempublikasikan setiap langkah yang diambil Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam upaya penguatan literasi dan pengembangan perpustakaan daerah, agar prestasi gemilang ini tidak hilang sia-sia.
(Ade Irawan)
Lewati ke konten







