MediacyberID.com – KABUPATEN BEKASI – Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Bekasi terus menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu pusat kegiatan literasi utama bagi masyarakat. Sejak diresmikan pada tahun 2018, gedung megah ini telah menjelma menjadi ruang edukasi favorit yang tak pernah sepi pengunjung. Mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga anak-anak, semua berbondong-bondong datang untuk menambah wawasan dan memanfaatkan berbagai fasilitas yang tersedia.
Berlokasi strategis di Blok G, Jalan Villa Mutiara Cikarang 2 No.5, bangunan ini berdiri kokoh di atas lahan seluas 2.000 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 1.640 meter persegi yang tersebar dalam tiga lantai. Jumat, (17/04/2026)
Salah satu daya tarik utama yang membuat perpustakaan ini begitu istimewa adalah desain arsitekturnya yang unik dan modern. Pada bagian atap lantai tiga, bangunan dirancang sedemikian rupa menyerupai sebuah buku raksasa yang sedang terbuka lebar. Sementara itu, tampilan bagian depan gedung dibuat menyerupai susunan buku yang berjajar rapi, menciptakan identitas visual yang sangat khas, estetik, dan mudah dikenali oleh siapa saja yang melintas.
Saat awak media MediacyberID.com menyambangi lokasi, suasana di dalam gedung terlihat sangat hidup dan penuh semangat. Di berbagai sudut ruangan, terlihat para pelajar duduk dengan tertib dan serius membaca buku, sementara anak-anak tampak antusias bermain dan belajar di area khusus yang telah disediakan. Keramaian ini menjadi bukti nyata bahwa minat baca masyarakat Kabupaten Bekasi masih sangat tinggi dan terus terjaga.
Menurut Rizal selaku Koordinator Gedung Perpustakaan Daerah Kabupaten Bekasi, antusiasme masyarakat terlihat sangat jelas dari tingginya angka kunjungan setiap harinya.
“Tadi pagi saja kami mendapatkan kunjungan sekitar 60 sampai 61 pelajar dari sekolah sekitar sini,” ujarnya saat ditemui.
Lebih lanjut, Rizal menjelaskan bahwa mayoritas pengunjung masih berasal dari wilayah Kabupaten Bekasi. Di dalamnya tersedia berbagai ruangan khusus yang mendukung kegiatan belajar, seperti ruang anak-anak, ruang les bahasa Inggris, area bermain, hingga pojok duta baca.
Namun, di balik ramainya pengunjung, terdapat kendala yang cukup menghambat pelayanan. Hingga saat ini, dua lantai gedung belum bisa difungsikan secara maksimal. Hal ini disebabkan oleh adanya masalah kebocoran dan pertimbangan aspek keamanan yang cukup serius.
“Dikhawatirkan plafonnya jebol, sehingga untuk sementara belum digunakan,” ungkapnya.
Meski begitu, Rizal menyampaikan harapannya agar perbaikan dapat segera dilakukan. Dengan kondisi pengunjung yang terus meningkat, lantai dua dinilai sangat potensial untuk menambah kapasitas ruang dan memberikan kenyamanan lebih bagi masyarakat yang datang.
Keberadaan perpustakaan ini diharapkan dapat terus menjadi ruang belajar yang nyaman, inklusif, dan inspiratif. Selain sebagai tempat menimba ilmu, fasilitas ini juga memiliki peran strategis dalam menjaga dan mendorong budaya membaca di tengah gempuran perkembangan teknologi dan era digital saat ini. (Opi)
Lewati ke konten







