Beranda ﹥ Berita Terbaru ﹥ DPP TOPAN RI Soroti Dugaan Pembebanan Biaya JTR dan SR kepada Warga Simpang Damar

DPP TOPAN RI Soroti Dugaan Pembebanan Biaya JTR dan SR kepada Warga Simpang Damar

 

MediacyberID.com – Rokan Hilir – Warga Simpang Damar, Kecamatan Kubu Babussalam, Kabupaten Rokan Hilir, mengeluhkan rendahnya kualitas arus listrik yang mereka terima. Ironisnya, masyarakat mengaku harus mengeluarkan biaya pribadi yang cukup besar untuk memperoleh sambungan listrik.

Berdasarkan keterangan warga, biaya yang mereka keluarkan berkisar antara Rp 6 juta hingga Rp 8 juta, bahkan terdapat warga yang mengaku menghabiskan biaya hingga sekitar Rp13 juta. Dana tersebut, menurut pengakuan warga, digunakan untuk pengadaan kabel jaringan yang menghubungkan ke sambungan listrik serta pemasangan meteran kWh.

Warga menilai beban biaya tersebut seharusnya tidak sepenuhnya ditanggung oleh masyarakat, terlebih setelah mengeluarkan biaya yang besar, arus listrik yang diterima masih sering lemah sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Menanggapi kondisi tersebut, DPP TOPAN RI menilai perlu adanya penjelasan dan evaluasi dari pihak PLN terkait mekanisme pembebanan biaya pemasangan jaringan listrik kepada pelanggan.

“DPP TOPAN RI meminta PLN memberikan penjelasan secara terbuka mengenai dasar pembebanan biaya pengadaan Jaringan Tegangan Rendah (JTR) dan Sambungan Rumah (SR) yang menurut pengakuan warga dibebankan kepada pelanggan. Apabila benar masyarakat harus menanggung biaya tersebut hingga jutaan rupiah, maka perlu dipastikan apakah mekanisme tersebut telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar DPP TOPAN RI.

Selain itu, DPP TOPAN RI juga mendesak PLN untuk segera melakukan pemeriksaan teknis terhadap jaringan listrik di Simpang Damar agar masyarakat memperoleh pasokan listrik yang stabil dan layak.

Hingga rilis ini disampaikan, masyarakat masih berharap adanya langkah nyata dari PLN untuk menyelesaikan persoalan rendahnya arus listrik serta memberikan kejelasan mengenai pembebanan biaya jaringan listrik yang selama ini dikeluhkan warga.(***)

error:
Scroll to Top