MediacyberID.com – Apresiasi H. Jaya Marjaya atas Fasilitasi Tempat Kegiatan, Raker II Jadi Momentum Memperkuat Konsolidasi, Mendorong Sekretariat Permanen, dan Mencetak Kader Pemimpin Masa Depan
Ketua Umum Karang Taruna Kabupaten Bekasi, Acep Juandi, S.Pd., menegaskan pentingnya memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan kualitas kaderisasi, serta menyusun program kerja yang adaptif terhadap kebutuhan pemuda dan masyarakat. Hal tersebut disampaikannya dalam agenda Rapat Kerja (Raker) II Karang Taruna Kabupaten Bekasi Tahun 2026 yang dilaksanakan di Kantor DPRD Kabupaten Bekasi.
Dalam sambutannya, Acep menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT atas terselenggaranya kegiatan tersebut dalam keadaan sehat dan penuh semangat kebersamaan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh ketua Karang Taruna tingkat kecamatan serta jajaran pengurus Kabupaten Bekasi yang telah meluangkan waktu untuk menghadiri forum strategis organisasi tersebut.
Secara khusus, Acep menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada H. Jaya Marjaya, S.E., S.H., M.Si., selaku MPKT Kabupaten Bekasi sekaligus Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), yang telah memfasilitasi tempat pelaksanaan Raker II Karang Taruna Kabupaten Bekasi Tahun 2026 di Kantor DPRD Kabupaten Bekasi.
Menurut Acep, dukungan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan sinergi yang positif dalam mendorong keberlangsungan aktivitas organisasi kepemudaan. Fasilitasi tempat kegiatan itu juga memberikan ruang bagi para pengurus untuk berkumpul, berdiskusi, mengevaluasi program, dan merumuskan langkah strategis demi kemajuan Karang Taruna Kabupaten Bekasi.
Ia berharap, dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk para pembina, pemerintah daerah, serta unsur legislatif, dapat terus terjalin demi memperkuat peran Karang Taruna sebagai wadah pengembangan generasi muda dan pengabdian sosial.

### Organisasi Harus Bertumpu pada Kesadaran dan Keikhlasan
Dalam arahannya, Acep menekankan bahwa kekuatan organisasi tidak semata-mata ditentukan oleh banyaknya pengurus, tetapi juga oleh kesadaran, keikhlasan, dan komitmen setiap kader dalam menjalankan tanggung jawabnya.
Ia mengingatkan bahwa aktivitas organisasi kepemudaan merupakan bentuk pengabdian yang harus tumbuh dari kemauan diri sendiri, bukan karena tekanan atau keterpaksaan.
“Berorganisasi itu tidak bisa dipaksakan untuk selalu aktif. Semuanya harus berangkat dari kesadaran diri sendiri. Karang Taruna bukan perusahaan atau PT. Ini adalah wadah pengabdian, tempat kita belajar, bertumbuh, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkap Acep.
Ia juga berharap seluruh niat baik, waktu, tenaga, dan pemikiran yang telah dicurahkan oleh para pengurus selama menjalankan roda organisasi menjadi amal kebaikan serta membawa keberkahan dari Allah SWT.
Menurutnya, konsistensi dalam pengabdian merupakan salah satu fondasi penting untuk membangun organisasi yang solid, memiliki integritas, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sosial.
Bangga Melihat Kader Karang Taruna Menjadi Pemimpin
Acep turut mengungkapkan kebanggaannya terhadap kader-kader Karang Taruna yang mampu berkembang dan memperoleh kepercayaan masyarakat untuk mengemban jabatan strategis, baik di pemerintahan desa maupun dalam lembaga perwakilan masyarakat.
Dalam sambutannya, ia secara khusus menyinggung Anton Suryana, yang disebutnya sebagai salah satu kader yang memperoleh kepercayaan masyarakat hingga terpilih menjadi kepala desa di wilayahnya.
Bagi Acep, keberhasilan kader menempati posisi kepemimpinan merupakan kebanggaan seluruh keluarga besar Karang Taruna sekaligus bukti bahwa proses pembinaan dan kaderisasi memiliki arti penting bagi masa depan generasi muda.
“Ini menjadi kebanggaan kita bersama ketika ada kader Karang Taruna yang bisa menjadi kepala desa, anggota BPD, dan mudah-mudahan ke depan ada yang menjadi anggota dewan. Karena itu, kaderisasi harus terus berjalan agar semakin banyak kader yang siap mengambil peran dalam pembangunan,” tuturnya.
Ia menegaskan, Karang Taruna harus menjadi ruang pembelajaran yang mampu membentuk karakter, memperluas wawasan, serta mempersiapkan generasi muda agar memiliki kapasitas untuk menjadi pemimpin di berbagai bidang.
Raker II Tahun 2026 ini Menjadi Momentum Evaluasi dan Pembaruan Organisasi
Memasuki tahun ketiga masa bakti kepengurusan 2023–2028, Acep menjelaskan bahwa Raker II menjadi momentum penting untuk mengevaluasi pelaksanaan program, memperkuat koordinasi, serta merumuskan arah kebijakan organisasi ke depan.
Ia menyampaikan bahwa rapat kerja bukan sekadar agenda formal, melainkan forum untuk menyatukan gagasan, menilai efektivitas kegiatan, dan menentukan prioritas program berdasarkan kebutuhan organisasi serta masyarakat.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah perkembangan regulasi dan pedoman operasional Karang Taruna di tingkat nasional. Menurutnya, perubahan ketentuan organisasi perlu direspons melalui kajian yang cermat agar tata kelola Karang Taruna Kabupaten Bekasi tetap relevan dan memiliki landasan yang kuat.
Selain itu, Acep menyoroti Peraturan Bupati Bekasi Nomor 122 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Karang Taruna yang dinilainya perlu dikaji kembali sesuai perkembangan regulasi dan kebutuhan organisasi saat ini.
“Kita perlu melihat kembali aturan yang ada. Perkembangan zaman dan ketentuan organisasi terus berubah, sehingga perlu ada kajian terhadap bagian-bagian yang memang membutuhkan penyesuaian. Harapannya, tata kelola Karang Taruna ke depan semakin kuat dan memiliki kepastian dalam pelaksanaan program,” jelasnya.
Ia menambahkan, proses pembaruan regulasi perlu dilakukan melalui koordinasi dengan instansi yang berwenang, termasuk Dinas Sosial Kabupaten Bekasi dan perangkat daerah terkait, sehingga setiap usulan dapat diproses sesuai mekanisme pemerintahan yang berlaku.
Hasil Raker Akan Disampaikan kepada Plt. Bupati Bekasi
Sebagai bentuk pertanggungjawaban organisasi dan upaya membangun sinergi dengan pemerintah daerah, Acep meminta jajaran pengurus yang memiliki kesempatan untuk hadir pada Senin mendatang guna menyampaikan hasil Raker II kepada Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Bekasi.

Menurutnya, langkah tersebut penting agar hasil pembahasan dan rekomendasi organisasi dapat diketahui secara langsung oleh pemerintah daerah, sekaligus membuka ruang komunikasi mengenai kebutuhan dan program prioritas Karang Taruna.
Acep juga menyampaikan rencana untuk mendorong pengajuan kajian atau rancangan pembaruan Peraturan Bupati mengenai penyelenggaraan Karang Taruna melalui Dinas Sosial Kabupaten Bekasi.
Dengan demikian, hasil rapat kerja diharapkan tidak berhenti pada rumusan internal, tetapi dapat ditindaklanjuti menjadi bahan pertimbangan dalam penguatan kebijakan kepemudaan di Kabupaten Bekasi.
### Perjuangkan Sekretariat Permanen untuk Karang Taruna
Dalam sambutannya, Acep turut mengungkapkan upaya pengurus Karang Taruna Kabupaten Bekasi dalam memperjuangkan keberadaan sekretariat permanen sebagai pusat koordinasi dan aktivitas organisasi.
Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan audiensi dengan Plt. Bupati Bekasi serta berkoordinasi dengan bagian yang menangani aset daerah. Hasil audiensi tersebut, menurutnya, telah disampaikan kepada Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bekasi.
Salah satu lokasi yang dipertimbangkan berada di sekitar area kantor KNPI, dengan tetap memperhatikan proses kajian, ketersediaan aset, dan persetujuan pihak yang berwenang.
Acep menilai, keberadaan sekretariat permanen akan menjadi kebutuhan strategis bagi organisasi. Selain berfungsi sebagai pusat administrasi, fasilitas tersebut dapat menjadi ruang konsolidasi, pembinaan kader, diskusi kepemudaan, serta perencanaan program sosial secara berkelanjutan.
Ia berharap seluruh jajaran pengurus turut mendoakan dan mendukung agar cita-cita tersebut dapat segera terwujud.
“Semoga ke depan Karang Taruna Kabupaten Bekasi bisa memiliki sekretariat permanen sendiri, sehingga kita mempunyai tempat yang representatif untuk berkoordinasi, menyusun program, dan mengembangkan kegiatan kepemudaan tanpa harus terus bergantung pada tempat sewa,” ungkapnya.
Dialog Interaktif Perkaya Wawasan dan Strategi Kader
Sebelum memasuki pembahasan program kerja, Raker II juga dirancang sebagai ruang dialog interaktif bersama sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang, mulai dari unsur legislatif, akademisi, dunia usaha, hingga penyelenggara pemilu.
Acep menjelaskan bahwa dialog tersebut menjadi kesempatan bagi para pengurus untuk memperkaya wawasan, mempelajari pengalaman para narasumber, serta memahami berbagai perspektif mengenai kepemimpinan, pengelolaan organisasi, dan pengembangan potensi generasi muda.
Ia berharap forum diskusi dapat membantu para kader menyusun program yang lebih terarah, realistis, dan berdampak bagi masyarakat.
Menurutnya, setiap program kerja perlu dirumuskan melalui pertimbangan yang matang, keterbukaan terhadap gagasan, serta evaluasi yang objektif. Apabila terdapat materi yang belum dapat dirampungkan dalam forum, tim perumus dapat melanjutkan penyempurnaan berdasarkan hasil pembahasan bersama.
“Dengan pendekatan tersebut, Raker II diharapkan mampu menghasilkan program yang tidak hanya baik di atas kertas, tetapi juga dapat dijalankan secara konsisten dan memberikan manfaat nyata,” Ujarnya
Sinergi dan Pengabdian untuk Masa Depan Pemuda Bekasi
Menutup sambutannya, Acep mengajak seluruh jajaran Karang Taruna Kabupaten Bekasi untuk menjadikan Raker II sebagai momentum memperkuat kebersamaan, meningkatkan kualitas pengabdian, dan membangun organisasi yang semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan organisasi tidak cukup diukur dari banyaknya kegiatan seremonial, tetapi dari kontribusi yang dihasilkan dalam menjawab persoalan sosial, membuka peluang bagi generasi muda, serta melahirkan kader-kader yang berintegritas dan berdaya saing.
Apresiasi kepada H. Jaya Marjaya atas fasilitasi tempat kegiatan juga menjadi bagian dari semangat kolaborasi yang ingin terus dibangun Karang Taruna Kabupaten Bekasi bersama berbagai elemen daerah.
“Melalui dukungan para pembina, sinergi dengan pemerintah dan legislatif, serta komitmen seluruh pengurus, Karang Taruna diharapkan semakin kokoh sebagai organisasi kepemudaan yang mampu menggerakkan potensi generasi muda dan berkontribusi dalam pembangunan daerah,”Terangnya
Raker II Karang Taruna Kabupaten Bekasi Tahun 2026 ini pun diharapkan tidak sekadar menghasilkan dokumen program kerja, tetapi menjadi titik penguatan komitmen bersama untuk terus bergerak, berkolaborasi, dan mengabdi demi terwujudnya generasi muda yang mandiri, berdaya, dan bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Bekasi. (Dd ewok)
Lewati ke konten







