MediacyberID.com – BEKASI — Nasib naas menimpa Alika, seorang bocah perempuan berusia 9 tahun yang masih duduk di bangku kelas 3 SD. Ia menjadi korban peluru nyasar yang diduga berasal dari senapan angin milik seorang penembak burung di Kampung Lubang Buaya, Desa Lubang Buaya, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi.
Peristiwa tragis ini terjadi pada hari Minggu, 5 Juli 2026, sekitar pukul 11.00 WIB. Hingga saat ini, pelaku penembakan dilaporkan kabur dan belum diketahui keberadaannya.
Kronologi Kejadiannya Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat Alika sedang asyik bermain bersama teman-temannya di samping rumah. Secara tiba-tiba, sebuah peluru senapan angin mengenai tubuh korban.
Melihat Alika tertembak dan terluka di bagian tulang bawah leher, teman-teman bermainnya langsung panik dan berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar. Ketua RT dan RW setempat yang mendengar laporan tersebut langsung bergerak sigap mengevakuasi korban.
Dirujuk ke RS Fatmawati Jakarta
Awalnya, Alika langsung dilarikan oleh pengurus lingkungan dan warga ke rumah sakit terdekat.
Namun, karena keterbatasan peralatan medis yang ada di faskes tersebut, Alika akhirnya harus dirujuk ke Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta, demi mendapatkan penanganan spesifik dan menyelamatkan nyawanya.
Ibu Korban Menuntut Tanggung Jawab
Ibu kandung korban, Marni, tidak dapat menyembunyikan kesedihannya atas musibah yang menimpa sang putri. Ia sangat berharap pihak kepolisian dapat segera mengusut tuntas kasus ini dan menangkap pelaku.
“Saya berharap ada pertanggungjawaban dari pelaku atas perbuatannya yang sudah membuat anak saya seperti ini,” ungkap Marni penuh harap.
Saat ini, kasus peluru nyasar tersebut tengah menjadi perhatian warga, dan pihak berwajib diharapkan segera melakukan penyelidikan guna memburu pemilik senapan angin yang melarikan diri tersebut.(Ade Irawan)
Lewati ke konten







