Beranda ﹥ Berita Terbaru ﹥ Kepala Bidang Pembangunan Jalan SDABMBK Dede Cairul: Anggaran Turun Rp104 Miliar, Kami Tetap Sukseskan 106 Titik Perbaikan Jalan

Kepala Bidang Pembangunan Jalan SDABMBK Dede Cairul: Anggaran Turun Rp104 Miliar, Kami Tetap Sukseskan 106 Titik Perbaikan Jalan

MediacyberID.com – BEKASI – Kepala Bidang Pembangunan Jalan Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kabupaten Bekasi, Dede Chairul, menegaskan komitmen penuh pihaknya untuk tetap melaksanakan seluruh rencana perbaikan infrastruktur jalan tahun 2026, meskipun dihadapkan pada penurunan alokasi anggaran yang sangat signifikan.

Pernyataan ini disampaikan Dede Chairul saat ditemui awak media di Komplek Perkantoran Pemerintahan Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat, Selasa (05/05/2026).

“Total ada 106 titik kegiatan yang tetap kami jalankan, meskipun anggaran turun sekitar Rp104 miliar,” tegasnya.

Diketahui, alokasi anggaran untuk pembangunan dan pemeliharaan jalan tahun ini sebesar Rp192 miliar, turun jauh dibandingkan tahun 2025 yang mencapai Rp297 miliar. Penurunan ini dipengaruhi sejumlah kendala teknis dan regulasi, antara lain kewajiban penggunaan e-Katalog versi 6 dengan skema mini kompetisi serta perubahan aturan Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) yang memaksa revisi total perencanaan yang telah disusun sebelumnya.

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) juga turut menekan biaya konstruksi, sehingga harga material seperti aspal, beton, hingga lapisan pondasi agregat ikut melonjak tajam. Dampaknya nyata pada capaian fisik pekerjaan:

“Target panjang jalan otomatis terkoreksi. Dari rencana 1 kilometer, sekarang berpotensi hanya terealisasi sekitar 800 meter,” ungkap Dede.

Selain kendala biaya, proses lelang proyek juga mengalami keterlambatan. Jika tahun lalu kontrak pekerjaan sudah bisa dimulai pada bulan Februari, tahun ini hingga awal Mei proses belum berjalan akibat penyesuaian berbagai aturan baru. Pemerintah Kabupaten Bekasi menargetkan lelang dapat dilaksanakan pada akhir Mei 2026, baik melalui jalur e-Katalog maupun Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).

Meskipun dihadapkan berbagai keterbatasan, Dede menegaskan seluruh kecamatan tetap akan mendapatkan intervensi penanganan, namun prioritas diberikan pada wilayah dengan tingkat kerusakan tertinggi:

– Wilayah Utara: Utamanya Kecamatan Babelan dan Tarumajaya, mencakup ruas Jalan Baru Tanggul Bahagia, Lingkar Babelan, Bojong Karatan–Marunda, serta Batas Kota Bojong Karatan–Buni Bakti;
– Wilayah Selatan: Berfokus pada koridor Bojongmangu hingga Sukamukti yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Bogor.

Secara keseluruhan, Kabupaten Bekasi memiliki catatan 281 ruas jalan dengan panjang sekitar 1.077 kilometer. Sekitar 70 persen dalam kondisi baik, sedangkan 30 persen atau sekitar 300 kilometer mengalami kerusakan. Dengan kemampuan penanganan rata-rata hanya 50 kilometer per tahun, pemerintah daerah membutuhkan waktu hingga enam tahun untuk menuntaskan seluruh kerusakan yang ada, belum termasuk potensi kerusakan baru akibat minimnya pemeliharaan.

“Seluruh kecamatan tetap mendapat intervensi, tapi prioritas kami berbasis tingkat kerusakan,” tegas Dede Chairul.

Pemerintah juga membuka ruang partisipasi masyarakat melalui platform digital resmi untuk pelaporan kondisi jalan yang rusak, guna memetakan kebutuhan penanganan secara lebih akurat dan cepat. (Opi)

error:
Scroll to Top