MediacyberID.com – BEKASI – Persoalan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) yang padam di berbagai ruas jalan Kabupaten Bekasi kian menjadi sorotan. Selain mengurangi kenyamanan, kondisi ini meningkatkan risiko kecelakaan dan potensi tindak kriminal di malam hari. Di balik lambatnya penanganan, muncul fakta menyedihkan: petugas di lapangan seolah “berperang tanpa senjata” karena minim sarana operasional.
Pelaksana Tugas (Plt) UPTD PJU dan Pertamanan Wilayah I Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Bekasi, Usep, mengungkapkan keterbatasan sarana menjadi kendala utama. Wilayah kerjanya mencakup 12 kecamatan, namun petugas hanya didukung satu unit kendaraan bak terbuka untuk monitoring dan penanganan gangguan.
“Coba dibayangkan, kami mengawasi 12 kecamatan, tetapi kendaraan operasional yang tersedia hanya satu bak terbuka. Saya sudah melaporkan kondisi ini kepada Kepala Dinas. Sebagai pelayan masyarakat, kami bahkan tidak memiliki kendaraan operasional yang memadai. Tidak perlu mobil, motor saja untuk teman-teman di lapangan agar bisa menjangkau lokasi PJU yang mati,” ungkap Usep.
Ia menambahkan, usulan kebutuhan kendaraan telah berkali-kali disampaikan, namun belum terealisasi. Bahkan kendaraan pick-up yang ada pun berada di tingkat bidang, sehingga setiap kali diperlukan harus meminjam — dan seringkali tidak bisa digunakan.
“Kalau diibaratkan perang, kami disuruh bertempur tetapi tidak diberi senjata dan amunisi. Itulah kondisi kami di UPTD PJU Wilayah I yang sebenarnya,” tegasnya.
Menanggapi kondisi tersebut, Ketua FWJI Korwil Kabupaten Bekasi, Mariam, menilai persoalan tidak hanya di tingkat pelaksana lapangan, melainkan berakar pada belum optimalnya dukungan anggaran dan sarana.
“Menurut saya, DPA yang kurang maksimal akhirnya menjadi blunder. Banyak PJU yang mati, taman-taman juga banyak yang tidak terurus. Ini menunjukkan ada persoalan yang harus segera dievaluasi,” ujar Mariam.
Ia mendesak Pemerintah Kabupaten Bekasi segera melakukan evaluasi alokasi anggaran serta melengkapi kebutuhan operasional petugas.
“Saya berharap Pemerintah Kabupaten Bekasi segera melakukan evaluasi dan menambah DPA agar PJU maupun taman dapat terurus dengan baik. Selain itu, alat penunjang seperti kendaraan operasional juga harus dilengkapi supaya monitoring di lapangan bisa maksimal,” tegas Mariam.
Persoalan PJU yang padam kini bukan sekadar soal lampu yang tidak menyala. Di balik keluhan masyarakat, tersimpan masalah klasik: petugas siap bekerja, tapi tidak diberi alat yang memadai. Jika tidak segera ditangani, masyarakat tetap yang paling dirugikan — jalan gelap, rawan kecelakaan, dan rawan kejahatan.
(Ade Irawan)
Lewati ke konten







