MediacyberID.com – Cibitung, Kabupaten Bekasi – Menjelang Pemilihan Kepala Desa Sarimukti tahun 2026, nama Sadi Hidayat menjadi sorotan utama warga. Bukan karena gencarnya orasi di atas panggung atau deretan janji manis yang diucapkan, melainkan karena serangkaian tindakan nyata yang telah ia lakukan secara tulus selama bertahun-tahun—jauh sebelum resmi mendaftar sebagai bakal calon pemimpin desa.
Di tengah maraknya janji kampanye yang seringkali hanya berakhir sebagai wacana semata, Sadi hadir dengan prinsip sederhana namun penuh makna: “Kerja dulu, bicara belakangan”. Prinsip itulah yang kemudian dirangkumnya menjadi semboyan andalan: “Nyata Bukan Janji — Untuk Sarimukti Maju dan Sejahtera!”
Sudah lama warga Sarimukti merasakan langsung manfaat dan perhatian tulus dari sosok ini. Salah satu warga asli setempat yang enggan disebutkan nama lengkapnya mengaku, Sadi memang dikenal sebagai pribadi yang senang membantu tanpa pamrih.
“Sebelum ada niat mencalonkan diri pun, Sadi sudah sering menolong kami. Mulai dari membantu urus dokumen kependudukan seperti KTP dan KIP secara gratis, menyediakan lapangan voli sebagai wadah berkegiatan pemuda, bahkan ia rela menghibahkan tanah pribadinya seluas 300 meter persegi untuk dijadikan tempat pemakaman umum warga,” ungkapnya.
Layanan yang paling sangat dirasakan manfaatnya adalah bantuan di bidang kesehatan darurat. Sejak dua tahun lalu, Sadi telah menyediakan satu unit ambulans yang dapat digunakan secara cuma-cuma kapan saja dibutuhkan warga. Fasilitas ini sangat berharga mengingat biaya sewa kendaraan sejenis kerap memberatkan kondisi ekonomi sebagian keluarga.
Saat dikonfirmasi, Sadi membenarkan seluruhnya dan menyampaikan alasannya dengan rendah hati.
“Saya kasihan melihat warga yang kesulitan saat ada anggota keluarga sakit atau harus dilarikan ke rumah sakit. Oleh karena itu saya sediakan ambulans ini, boleh dipakai kapan saja tanpa dipungut biaya sepeser pun,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh kegiatan sosial tersebut semata-mata didorong oleh rasa kemanusiaan dan kecintaan mendalam terhadap kampung halaman, bukan sebagai strategi pencitraan politik.
“Awalnya saya hanya ingin berbuat baik dan meringankan beban sesama, tidak ada niat sedikit pun untuk mencalonkan diri. Mungkin ini jalan yang ditunjukkan Allah agar saya dapat lebih luas lagi mengabdi jika kelak dipercaya memimpin,” tuturnya.
Bagi Sadi, pengabdian tidak harus selalu menunggu menduduki kursi jabatan. Jika ia telah terbukti dapat diandalkan dan membawa manfaat saat masih berstatus warga biasa, maka harapan besar pun tumbuh di hati masyarakat: ia kelak akan mampu menghadirkan perubahan yang lebih terstruktur, nyata, dan menyejahterakan seluruh warga Sarimukti apabila diberikan amanah sebagai kepala desa.
Sebagai permohonan tulus, ia berharap mendapatkan doa restu dan dukungan dari segenap warga. (Ade Irawan)
Lewati ke konten







