MediacyberID.com – PASURUAN – Praktik penagihan utang kepada sejumlah warga di wilayah Pogal kembali menjadi sorotan. Persoalannya bukan hanya mengenai pinjam-meminjam uang, tetapi juga muncul dugaan penggunaan nama aparat kepolisian dalam proses penagihan.
Dalam rekaman suara yang diterima redaksi, Elsa membantah aktivitas pemberian pinjaman tersebut sebagai sebuah bisnis. Ia menyebut uang diberikan secara pribadi kepada sejumlah warga yang sebelumnya telah menyepakati pinjaman melalui surat pernyataan bermaterai. Senin (31/08/26)
Namun, dalam rekaman yang sama, Elsa mengakui pernah membawa-bawa nama kepolisian dalam proses penagihan. Menurut dia, langkah tersebut dilakukan untuk memberikan “efek” agar para peminjam bersedia bertanggung jawab atas utangnya.
“Untuk masalah polsek-polsek dan lain-lain itu, itu cuma salah satu cara agar saya itu bisa memberikan efek mereka biar bisa tanggung jawab,” ujar Elsa dalam rekaman tersebut.
Pernyataan itu menjadi bagian penting yang perlu diuji lebih lanjut. Sebab, jika benar nama atau identitas anggota kepolisian digunakan untuk menekan debitur, persoalannya tidak lagi sebatas hubungan perdata antara pemberi dan penerima pinjaman.
Elsa sendiri kemudian mempertanyakan bukti mengenai dugaan penggunaan nama anggota Polsek Purwodadi, Pasuruan. Ia meminta agar pihak yang menuding terlebih dahulu membuktikan apakah nama yang disebut benar merupakan anggota kepolisian dan apakah nomor kontak yang digunakan benar-benar milik yang bersangkutan.
Dalam rekaman tersebut, Elsa juga menyebut adanya seseorang yang menggunakan nama “Yusuf Polsek”. Ia bahkan mempertanyakan keaslian identitas tersebut dengan alasan foto profil nomor tersebut menggunakan foto perempuan.
“Jangan lihat saja itu namanya Yusuf Polsek tapi PP-nya itu PP cewek,” katanya.
Di sisi lain, Elsa mengakui bahwa dirinya memang memberikan peringatan kepada para peminjam melalui WhatsApp. Ia menyatakan sebelumnya telah menawarkan penyelesaian dengan cara mencicil apabila peminjam mengalami kesulitan membayar.
Menurut Elsa, sejumlah peminjam telah beberapa kali mengambil pinjaman tanpa memberikan jaminan. Ia berdalih surat pernyataan bermaterai dibuat sebagai bentuk kesepakatan agar masing-masing pihak memiliki pegangan apabila terjadi persoalan di kemudian hari.
Namun, dalih adanya surat pernyataan tersebut masih menyisakan sejumlah pertanyaan. Apakah isi surat tersebut hanya mengatur kewajiban pembayaran, atau juga memuat konsekuensi tertentu apabila peminjam tidak mampu melunasi? Apakah bentuk penagihan yang dilakukan telah sesuai dengan kesepakatan? Dan yang paling penting, apakah benar nama aparat kepolisian pernah digunakan dalam proses penagihan?
Pertanyaan terakhir menjadi krusial karena Elsa sendiri dalam rekaman mengakui bahwa penyebutan soal kepolisian dimaksudkan untuk memberikan efek agar peminjam bertanggung jawab.
Redaksi juga perlu menguji keterangan tersebut dengan meminta bukti percakapan, nomor telepon yang digunakan, serta melakukan konfirmasi kepada pihak yang namanya disebut. Apakah benar terdapat anggota Polsek Purwodadi yang terlibat atau namanya hanya dicatut oleh pihak tertentu?
Jika nama aparat ternyata dicatut tanpa sepengetahuan yang bersangkutan, persoalannya tentu berbeda. Sebaliknya, jika benar ada aparat yang terlibat dalam proses penagihan utang pribadi, hal tersebut juga layak diklarifikasi secara terbuka.
Dengan demikian, perkara ini tidak cukup hanya dilihat dari sisi “utang harus dibayar”. Ada dua persoalan yang perlu dipisahkan dan diuji: hubungan utang-piutang antara Elsa dengan warga, serta dugaan penggunaan atau pencatutan nama aparat kepolisian dalam proses penagihan.
Keduanya membutuhkan bukti dan konfirmasi dari seluruh pihak agar pemberitaan tidak berubah menjadi penghakiman terhadap salah satu pihak.
Catatan redaksi: Rekaman yang menjadi bahan tulisan ini terpotong pada bagian akhir. Redaksi tetap membuka ruang bagi Elsa maupun pihak lain yang disebut untuk memberikan klarifikasi, termasuk menunjukkan surat pernyataan, bukti komunikasi penagihan, serta bukti mengenai identitas pihak yang disebut berkaitan dengan Polsek Purwodadi.(***)
Lewati ke konten







