Beranda ﹥ Berita Terbaru ﹥ Aktivis HAM Soroti Layanan IGD RSUD Wamena, Desak Perbaikan Fasilitas dan Penambahan Tenaga Medis

Aktivis HAM Soroti Layanan IGD RSUD Wamena, Desak Perbaikan Fasilitas dan Penambahan Tenaga Medis

 

MediacyberID.com – WAMENA — Aktivis hak asasi manusia (HAM) Raga Kogeya mendesak Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan segera membenahi fasilitas serta meningkatkan pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Wamena, menyusul pengalaman yang dialaminya saat menjalani perawatan pada 22 Oktober 2026.

Kogeya mengatakan dirinya dibawa ke IGD RSUD Wamena sekitar pukul 10.00 WIT karena sakit. Ia mengapresiasi pelayanan petugas medis yang dinilainya baik, tetapi menyayangkan kondisi fasilitas sanitasi, terutama kamar mandi yang tidak dapat digunakan.

“Pelayanan petugas kepada saya cukup baik, tetapi saya mengalami kesulitan karena tidak ada air di kamar mandi dan hampir semua kamar mandi tertutup,” kata Kogeya dalam keterangannya di Wamena, Kamis (22/10/2026).

Ia mengaku telah berusaha meminta izin menggunakan kamar mandi di ruang bersalin, tetapi permintaannya ditolak sebanyak dua kali. Akibatnya, ia mengaku bertahan selama dua hari satu malam tanpa menggunakan kamar mandi.

Karena kondisi tersebut, sekitar pukul 16.00 WIT, Kogeya mengaku terpaksa menggunakan sepeda motor untuk pulang ke rumah sementara, meskipun infus masih terpasang. Setelah itu, ia kembali ke IGD RSUD Wamena.

Pada malam harinya, sekitar pukul 21.00 WIT, ia meminta agar infusnya dilepas dan menandatangani pernyataan untuk pulang. Keputusan itu diambil karena ia kesulitan bolak-balik ke rumah selama masih menjalani perawatan dengan infus.

Berdasarkan pengalaman tersebut, Kogeya meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya, Dinas Kesehatan Provinsi Papua Pegunungan, serta manajemen RSUD Wamena segera melakukan evaluasi dan pembenahan pelayanan.

Ia menyampaikan sejumlah hal yang perlu menjadi perhatian, yakni memperbaiki kamar mandi yang rusak atau tersumbat, mengganti kursi roda yang rusak, serta menyediakan ruang khusus bagi pasien yang membutuhkan oksigen agar pelayanan tidak terganggu.

Selain itu, ia meminta penambahan jumlah dokter dan perawat di IGD karena, menurut dia, jumlah pasien yang dilayani belum sebanding dengan tenaga medis yang tersedia.

Kogeya menilai pembenahan RSUD Wamena sangat penting karena rumah sakit tersebut menjadi salah satu fasilitas rujukan utama bagi masyarakat dari delapan kabupaten di Provinsi Papua Pegunungan.

Karena itu, ia juga mendorong pemerintah kabupaten di wilayah Papua Pegunungan memperkuat koordinasi dan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya serta Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan untuk mendukung peningkatan fasilitas dan kualitas pelayanan RSUD Wamena.

“Keselamatan pasien dan kualitas pelayanan kesehatan harus menjadi perhatian bersama. Pemerintah dan masyarakat perlu ikut mendorong perbaikan agar pelayanan rumah sakit semakin baik dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Kogeya berharap pengalamannya menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dan manajemen rumah sakit agar perbaikan fasilitas, ketersediaan tenaga medis, serta kenyamanan pasien mendapat perhatian serius.(***)

error:
Scroll to Top