MediacyberID.com – BEKASI – Di tengah pesatnya pembangunan kawasan industri dan permukiman modern yang menjulang di sepanjang wilayah Kabupaten Bekasi, masih berdiri kokoh sebuah bangunan bersejarah di Desa Karangasih, Kecamatan Cikarang Utara. Gedung eks Kewedanaan Cikarang Utara yang kini difungsikan sebagai kantor Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bekasi, tak hanya menjadi saksi bisu perjalanan masa lalu, melainkan juga bertransformasi menjadi pusat layanan literasi yang hidup dan dibutuhkan masyarakat.
Bangunan yang berstatus cagar budaya ini mempertahankan arsitektur khas peninggalan Belanda dengan nuansa klasik yang tetap terjaga keasriannya. Meski usianya sudah puluhan tahun, gedung ini tak pernah sepi pengunjung, setiap hari warga datang memanfaatkan layanan mulai dari pencarian arsip hingga membaca berbagai jenis literatur.
Staff Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bekasi, Fathor Rohman, menyampaikan antusiasme masyarakat terhadap keberadaan tempat ini sangat tinggi. Rata-rata lebih dari 50 orang datang berkunjung setiap harinya.
“Pelayanan di sini rata-rata lebih dari 50 orang setiap harinya. Ini menunjukkan bahwa keberadaan perpustakaan dan layanan arsip sangat dibutuhkan oleh masyarakat luas,” ujarnya saat ditemui awak media, Selasa (14/04/2026).
Ia menambahkan, seluruh pelayanan dijalankan oleh enam pegawai yang tidak hanya melayani di tempat, namun juga rutin turun ke lapangan membawa mobil perpustakaan keliling menjangkau berbagai wilayah di pelosok Kabupaten Bekasi.
“Pegawai kami ada enam orang, dan mereka juga sering turun ke lapangan membawa mobil perpustakaan keliling ke berbagai wilayah,” tambahnya.
Berlokasi di gedung bersejarah ini, tersedia berbagai layanan yang bisa diakses masyarakat secara luas: mulai dari baca di tempat, kunjungan edukasi, pembuatan kartu anggota, peminjaman dan pengembalian buku, hingga layanan perpustakaan keliling.
Koleksi yang disediakan pun lengkap, mencakup buku pelajaran tingkat SD, SMP hingga SMA sesuai kurikulum terbaru, serta ruang referensi bagi mahasiswa dan pelajar untuk mencari bahan studi. Suasana ruang baca yang sejuk dan nyaman berpendingin udara membuat pengunjung betah berlama-lama menimba ilmu di sini.
Untuk bisa meminjam buku, masyarakat hanya perlu memiliki kartu anggota. Pembuatannya sangat mudah: warga yang memiliki NIK Kabupaten Bekasi cukup membawa kartu identitas, sedangkan warga luar daerah dapat melampirkan surat keterangan domisili yang masih berlaku, dan prosesnya dilakukan langsung di lokasi.
Gedung ini menjadi bukti nyata bahwa warisan sejarah tidak harus menjadi benda mati, melainkan bisa terus bermanfaat, hidup, dan menjadi rumah bagi pengetahuan di tengah derasnya arus pembangunan zaman.(Opi)
Lewati ke konten







